3 Wonderkid Barcelona yang Tidak berhasil Cemerlang Usai Munculnya Messi

Diposting pada

Akademi La Masia punya Barcelona sering menghasilkan pemain muda berpotensi. Beberapa pemain lulusan La Masia serta dapat menjelma jadi bintang kelas dunia.

Lulusan akademi La Masia yang dapat jadi bintang di Barcelona diantaranya Carles Puyol, Xavi Hernandez, Sergio Busquets Andres Iniesta sampai Lionel Messi.

Beberapa pemain lain ada pula yang cemerlang bersama-sama club lain. Dari mulai Cesc Fabregas, Luis Garcia Sanz, Nayim sampai Ivan de la Pena.

Ringkas semenjak melambungkan Messi, Barcelona tidak lagi punyai pemain lulusan La Masia yang menjadi jagoan di team penting. Sebetulnya ada banyak wonderkid yang digadang siap jadi sandaran penting Barcelona, tetapi banyak yang layu sebelum bertumbuh.

Di bawah ini tiga wonderkid lulusan La Masia sesudah masa Messi yang tidak berhasil cemerlang serta tidak dapat jadi bintang Barcelona:

Bojan Krkic

Bojan pernah digadangkan untuk calon alumnus La Masia paling baik sesudah Messi. Pemuda Spanyol ini telah lakukan kiprah di team penting Barcelona pada umur 17 tahun 19 hari. Bojan menaklukkan rekor Messi untuk pemain termuda Barcelona di La Liga.

Kiprah awal Bojan benar-benar menjanjikan. Pada musim pertamanya, Bojan sukses mengepak 10 gol dari 30 performa di La Liga.

Tetapi seiring waktu berjalan, Bojan tidak segera bertumbuh. Ketajamannya malah makin turun. Barcelona pada akhirnya menyerah serta melego Bojan ke Roma.

Profesi Bojan terus meredup setelah dari Barcelona. Mencapai umur 29 tahun, Bojan sekarang terpasah di Liga Amerika Serika bersama-sama Montreal Impact.

Giovani Dos Santos

Giovani Dos Santos pernah digadangkan untuk calon alternatif Ronaldinho. Style main serta perawakannya benar-benar seperti dengan pemain sepak bola Brasil itu.

Sayangnya pemuda Meksiko itu tidak berhasil bertumbuh secara baik. Giovani tidak sabar menanti kesempatan serta membuat cara salah pada tahun 2008. Ia pilih geser ke Tottenham Hotspur.

Apes buat Giovani, baru beberapa waktu main di Tottenham ia terserang luka. Keadaan semakin kronis sebab manager yang mengambilnya Juande Ramos selanjutnya dikeluarkan.

Pola hidup Giovani yang sering dugem membuat hancur lebur. Ia hanya main 17 kali untuk Tottenham semasa empat musim. Giovani coba bangun di MLS bersama-sama Los Angeles Galaxy.

Tetapi kebangkitannya tidak lama. Giovani hanya dapat empat musim di Galaxy. Pada Juli 2019, Giovani pulang ke Meksiko bela Klub America.

Jean Marie Dongou

Jean Marie Dongou adalah lulusan La Masia. Dongou pernah diperkirakan bisa menjadi penerus Samuel Eto’o di Barcelona. Kebetulan Dongou datang dari Kamerun serta dididik di Samuel Eto’o Academy.

Dongou pernah berjaya di Barcelona B pada musim 2014-2015 dengan membuat 11 gol. Tetapi Dongou kesusahan tembus team penting Barcelona. Ia hanya pernah main sekali.

Sekarang Dongou telah berumur 25 tahun. Profesinya tidak bertumbuh benar-benar. Dibuang Barcelona, Dongou selanjutnya bela Real Zaragoza, Gimnastic, Lugo serta sekarang berlabu di club kecil Honka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *