Masih Ingat Igor Protti dan Dario Hubner

Diposting pada

Masih Ingat Igor Protti dan Dario Hubner – Bagi yang getol dengan Liga Italia di dekade 90-an sampai awal dekade 2000-an, tentu mengenal Igor Protti dan Dario Hubner. Tulisan ini ingin melihat kesamaan yang unik dari dua pemain itu. Tulisan ini juga ingin memberi dorongan bahwa keberhasilan bukan hanya milik mereka yang berada di ruang besar. Igor Protti dan Dario Hubner adalah striker yang tak terlalu ternama di masanya. Nama ini kalah dengan nama yang lebih keren di zaman Liga Italia kala itu.

Masih Ingat Igor Protti dan Dario Hubner

Di tahun 90-an sampai awal 2000-an, ada striker tenar seperti Gabriel Batistuta, Hernan Crespo, Roberto Baggio, Alessandro Del Piero, Ronaldo Luiz Nazario, Christian Vieri, Filippo Inzaghi, Giuseppe Signori, dan sebagainya. Protti dan Hubner sering dianggap sebagai angin lalu. Namun, keduanya membuktikan bisa bersaing dengan para pemain top. Protti pernah menjadi topskor Liga Italia pada musim 1995-1996 kala berseragam Bari. Sementara, Hubner menjadi topskor Liga Italia pada musim 2001-2002 kala berseragam Piacenza.

Perlu dicatat bahwa keduanya jadi topskor saat Liga Italia Serie A dinilai menjadi liga terbaik di dunia. Di sisi lain, ada beberapa kesamaan keunikan yang muncul dari Protti dan Hubner. Igor Protti dan Dario Hubner tak sendirian jadi topskor. Igor Protti menjadi topskor pada musim 1995-1996 bersama Giuseppe Signori (Lazio). Kedua pemain itu mencetak 24 gol. Hubner menjadi topskor bersama David Trezeguet (Juventus). Keduanya mencetak 24 gol di musim 2001-2002. Keunikan kedua sudah tersirat di tulisan di atas. Sekalipun berbeda musim menjadi pencetak gol, keduanya memiliki jumlah gol yang sama saat menjadi topskor.

Protti dan Hubner bukan berasal dari klub besar saat menjadi pencetak gol terbanyak. Protti menjadi pencetak gol terbanyak saat bermain di Bari. Bahkan, saat Protti menjadi pencetak gol terbanyak di musim 1995-1996, Bari malah terdegradasi ke Serie B. Hubner menjadi pencetak gol terbanyak saat bermain di Piacenza. Dua klub itu sekarang tidak ada lagi di Serie A. Sejarah dan Belum Terulang Protti dan Hubner mengangkat nama Bari dan Piacenza. Bahkan, dalam sejarah klub Bari.

Protti dan Hubner sama-sama membuat 24 gol dalam satu musim

Protti adalah satu-satunya striker mereka yang pernah menyabet gelar pencetak gol terbanyak Liga Italia Seria A. Sebelumnya dan sampai saat ini, tak ada striker dari Bari yang menyamai prestasi Protti. Hal serupa juga terjadi untuk Hubner. Dia adalah satu-satunya pemain Piacenza yang mampu menjadi pencetak gol terbanyak Liga Italia Serie A. Sebelumnya dan sampai saat ini tak ada pemain Piacenza yang menyamai prestasi Hubner. Protti dan Hubner sama-sama pernah menjadi pencetak gol terbanyak Liga Italia. Namun, keduanya tak pernah merasakan bermain untuk Timnas Italia. Dari tahun 1990 sampai saat ini, hanya Protti dan Hubner yang menjadi topskor Serie A tapi tak pernah merasakan bermain di timnas.

Protti dan Hubner adalah dua-duanya pemain yang pernah jadi topskor di tiga kasta Liga Italia. Keduanya pernah jadi topskor di Serie A, Sereie B, dan Serie C1. Protti jadi topskor Serie A pada 1995-1996, topskor Serie B pada 2002-2003, topskor Serie C pada 2000-2001. Hubner jadi topskor Serie A pada 2001-2002. Hubner jadi topskor Serie B pada 1995-1996 atau musim di mana Protti jadi yang tersubur di Serie A. Hubner jadi topskor di Serie C1 pada 1991-1992. Protti dan Hubner lahir di tahun yang sama yakni 1967. Bedanya, Protti mereguk titel topskor ketika masih muda yakni di bawah 30 tahun dan Hubner mendapatkan gelar topskor di usia senja yakni 35 tahun.

Kedua striker ini juga membuktikan bahwa prestasi bisa didapatkan sekalipun tak bermain di klub besar. Salah satu keuntungan bermain di klub besar adalah bermain dengan pemain mahal dan dinilai berkualitas. Bagi striker di klub besar, mereka akan dimanjakan dengan umpan dari gelandang-gelandang kelas dunia. Sementara, hal itu tak selalu terjadi di klub kecil. Namun, Protti dan Hubner mampu membuktikan bahwa mereka bisa berprestasi ketika bermain di klub kecil.

Mereka membuktikan diri bisa bersaing dengan nama-nama besar di masa itu. Ini bisa jadi cambuk bagi kita semua bahwa kesukseskan bisa didapatkan sekalipun tak dari kalangan hebat. Protti dan Hubner sudah lama gantung sepatu. Protti dikabarkan kini menjadi pelatih dan Hubner tak diketahui apakah dia masih berkutat di sepak bola atau tidak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *